Senin, 13 Februari 2017

Bimasakti atau Milkyways

Milky Way (dalam bhs yunani) atau yang juga kita kenal dengan Bimasakti yaitu galaksi tempat bumi kita ada serta adalah satu diantara jutaan galaksi yang ada di alam semesta. Galaksi terbagi dalam jutaan bintang yang mengorbit pada pusat galaksi yang di sebut sebagai black hole serta dari himpunan bintang yang terpusat di pusat galaksi membuat himpunan sinar berpola atau dimaksud Bentuk Galaksi. Bentuk galaksi ini berbagai macam, ada yang elips, spiral, serta tidak teratur. Mungkin saja rekan-rekan dapat membacanya kembali dalam artikel Jenis Macam Bentuk Galaksi di bahasan terlebih dulu. Namun dalam bahasan kesempatan ini kita bakal cobalah mengulas Milky Way, dimana pengetahuan mengenainya telah banyak di tekuni serta di ketahui oleh beberapa astronom kita serta astronom dunia. 


Menarik. Milky Way “City of Stars”. Milky Way yaitu “Kota Bintang”. Mengapa di sebut sebagai kota bintang? Lantaran didalamnya tersusun atas jutaan bintang yang bercahaya. Bintang-bintang ini dapat di analogikan sebagai beberapa tempat tinggal atau bangunan-bangunan di satu kota. Bintang juga alami perubahan seperti bangunan yang selalu bertumbuh mengkonversi tanah di bumi. William Herschel seseorang astronom terpenting pada th. 1780 asal Jerman yang pertama kalinya mencermati distribusi bintang di langit memberi rangkuman atas pengamatannya pada 600 bintang di langit yang tidak sama kalau bintang alami perkembangan jumlah dengan menghadap pada satu arah tetaplah di langit. Yakni Bimasakti.

Galaksi Bimasakti yang bisa kita saksikan dari bumi 
Milky Way termasuk juga type galaksi spiral lantaran mempunyai lengan yang memutar berupa spiral dengan black hole sebagai pusat. Lengan Milky Way yang berupa spiral serta berwarna gelap tersusun atas jutaan bintang serta nebula. Nebula yaitu awan antar bintang yang terbagi dalam gas, debu serta plasma. Adalah tempat tinggal bertumbuh kembangnya bayi bintang (baby star) yang baru lahir. Nebula atau tempat si “bayi bintang” ini lahir membuahkan sinar berwarna-warni yang memendar indah. Hal semacam ini karena dampak gas yang membentuknya. Tiap-tiap gas mempunyai pendaran warna yang tidak sama. Warna hijau untuk oksigen, merah untuk hidrogen, serta lain sebagainya. Simak saja imaging dari Orion Nebula, Helix Nebula, Eagle Nebula serta Crab Nebula. Dimana adalah nebula-nebula yang memendarkan warna-warni sinar begitu indah di galaksi kita. 

Cakram bintang Bima Sakti kurang lebih berdiameter 100. 000 th. sinar (9. 5×1017 km = 950. 000. 000. 000. 000. 000) diprediksikan rata rata memiliki ketebalan 1000 th. sinar (9. 5×1015 km = 95. 000. 000. 000. 000. 000) Bima Sakti diestimasikan memiliki sekurang-kurangnya 200 miliar bintang2 serta mungkin saja sampai 400 miliar bintang3. Angka tentunya bergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang begitu susah di pastikan. Melebihi sisi cakram bintang, terdapat piringan gas yang lebih tidak tipis. Observasi paling akhir memberikan indikasi kalau piringan gas Bima Sakti memiliki ketebalan sekitaran 12. 000 th. sinar (1. 1×1017 km = 110. 000. 000. 000. 000. 000) sebesar dua belas kali nilai yang di terima terlebih dulu. Sebagai tips ukuran fisik Bima Sakti, sebagai contoh bila diameternya jadikan 100 m, Tata Surya, termasuk juga awan oort, bakal memiliki ukuran tak kian lebih 1 mm. 


Sinar galaksi memancar lebih jauh, namun ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yakni Awan Magellan Besar serta Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang mempunyai perigalacticon lebih kurang 180. 000 th. sinar (1. 7×1018 km = 1. 700. 000. 000. 000. 000. 000). Pada jarak ini serta lebih jauh setelah itu, orbit-orbit dari objek sekitaran bakal didisrupsi oleh awan magelan, serta objek objek itu besar kemungkinan bakal terhempas keluar dari Bima Sakti. 

Perhitungan paling akhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) tunjukkan kalau ukuran Bima Sakti yaitu semakin besar dari yang di ketahui terlebih dulu. Ukuran Bima Sakti paling akhir saat ini diakui yaitu serupa seperti tetangga galaksi paling dekat, galaksi Andromeda. Dengan memakai VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terdapat jauh saat bumi tengah mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, beberapa ilmuwan bisa mengukur jarak dari beragam daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran terlebih dulu. Estimasi kecepatan perputaran paling baru serta lebih akurat (yang lalu memberikan dark matter yang terdapat didalam galaksi) yaitu 914. 000 km/jam. Nilai ini tambah lebih tinggi dari nilai umum terlebih dulu 792, 000 km/jam. Hasil ini berikan rangkuman kalau keseluruhan saat Bima Sakti yaitu sekitaran 3 triliun bintang, atau kurang lebih 50% semakin besar dari perkiraan terlebih dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar