Senin, 06 Maret 2017

Supermoon

Arti supermoon sesungguhnya bukanlah arti yang didapatkan dari beberapa astronom. Arti supermoon adalah terminologi yang didapatkan dari beberapa astrolog untuk fenomena saat Bln. ada di fasa Purnama. Apa bedanya dengan fasa Purnama yang lain? 

Supermoon berlangsung saat Bln. ada dalam fase purnama. Serta bukan sekedar itu, Bln. Purnama itu sebaiknya berbarengan dengan posisi Bln. yang tengah ada pada jarak paling dekat dengan Bumi atau tengah di titik perigee. 

Bln. purnama adalah fenomena yang berlangsung tiap-tiap bln.. Serta pastinya dalam peredaran mengelilingi Bumi, Bln. bakal selalui lewat titik perigee saat ia ada paling dekat dengan Bumi (ingat bentuk lintasan itu ellips jadi ada waktu saat ia ada paling dekat serta paling jauh dari Bumi). 

Namun, saat Bln. ada di titik perigee, ia tak ada di jarak yang pas sama dari th. ke th.. Ada macam posisi perigee yang dilewati Bln. di selama th.. 

Saat Bln. tengah purnama, ia tidak selamanya tengah ada pada posisi perigee. Namun tiap-tiap th., ada waktu saat Bln. Purnama bertepatan atau begitu dekat dengan posisi Bln. di perigee. 

Fenomena berikut yang di kenal sebagai fenomena supermoon di kelompok beberapa astrolog (ingat astrolog serta bukanlah astronom!). 

Di th. 2012, fenomena supermoon a. k. a Bln. super ini berlangsung di bln. Mei saat Bln. tengah ada di titik paling dekat dengan Bumi pada jarak 356. 953 km.. Yang menarik Bln. meraih titik perigee pada tanggal 6 Mei jam 10. 33 wib serta 2 menit lalu bln. meraih fase purnama. 

Ketika itu, untuk pengamat di Bumi yang punya kebiasaan mencermati Bln. mereka bakal merasakan Bln. terlihat 14% semakin besar serta 30% lebih jelas di banding Bln. Purnama yang lain di th. 2012. Namun untuk mereka yg tidak punya kebiasaan mencermati Bln., jadi akan tidak terlihat ketidaksamaan apa pun. 

Apa dampaknya? Dalam siklus alamiah, Bln. memengaruhi terjadinya style gunakan surut laut di Bumi, serta saat Bln. 'mendekat', tentunya dampak gravitasi Bln. jadi semakin besar. Namun apakah dapat menyebabkan bencana? 

Mari kita sedikit berhitung dengan matematika. Ambillah rata-rata jarak Bumi-Bulan 382. 900 km, sedang pada tanggal 6 Mei 2012, Bumi-Bulan berjarak 356. 953 km, atau 'mendekat' sejarak 25. 947 km, atau cuma 6, 7% lebih dekat di banding rata-rata. 

Dengan jarak hanya 6, 7% lebih dekat, pastinya yang berlangsung cuma fenomena alami yang memanglah berlangsung setiap waktu. Dampak gunakan surut yang berlangsung juga tak memberi ketidaksamaan yang penting. 

Bahkan juga walau Bln. Purnama berlangsung waktu ada di titik paling dekat dengan Bumi juga, menurut studi geofisika sedikit diketemukan efek penting pada keseimbangan daya Bumi. 

Peristiwa menarik yang lain sesudah bln. ada di posisi perigee pada tanggal 6 Mei, pada tanggal 19 Mei, Bln. bakal ada pada titik terjauhnya dari Matahari pada jarak 406. 500 km serta 2 hari lalu pada tanggal 21 Mei jam 06. 54 wib berlangsung Gerhana Matahari Cincin. 

Sang gerhana matahari cincin ini bakal berlangsung saat Bln. ada pada segi terjauhnya serta Matahari - Bln. - Bumi sejajar. Lantaran ada di titik paling jauh, piringan Bln. bakal 'tampak' lebih kecil hingga Matahari bakal terlihat seperti cicin api untuk beberapa pengamat yang mujur lihat fenomena ini. 
Sayangnya, fenomena Gerhana Matahari Cincin 21 Mei itu akan tidak bisa di nikmati oleh orang-orang Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar